Wakil Gubernur Sumatera Selatan Ishak Mekki menyoroti kasus pembegalan motor yang kerap terjadi di ibu kota provinsi Sumatera Selatan Palembang.

“Di media cetak dan media sosial sering didapati informasi terjadinya begal motor di Palembang. Sepatutnya hal ini menjadi perhatian serius,” kata Ishak Mekki pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Palembang, Jumat.

Ishak mengatakan jika Kota Palembang ingin menjadi pusat bisnis dan pariwisata maka harus mampu memberikan rasa aman kepada para pendatang.

Rasa aman ini merupakan jaminan dan sekaligus garansi bahwa investasi yang ditanamkan tidak akan sia-sia.

“Kasus pembegalan yang terjadi di Jakabaring dan kawasan-kawasan lainnya demikian memprihatinkan dan mengharapkan Pemerintah Kota Palembang dapat mengatasinya,” kata mantan Bupati Ogan Komering Ilir ini.

Apalagi, kata Ishak, kota ini pada 2018 akan menjadi tuan rumah Asian Games ke-18 yang bakal diikuti 54 negara di Asia.

“Bukan hanya infrastruktur yang dikejar pembangunannya tapi juga keamanannya,” kata Ishak.

Kota Palembang sejak lama dikenal dengan kota dengan tingkat kejahatan konvensional tertinggi di Indonesia, meliputi pencopetan, penjambretan, penganiayaan, pemerkosaan, pencurian.

Upaya serius terkait keamanan ini mulai terlihat sejak Sumsel menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional ke-15 tahun 2004, kemudian berlanjut pada saat menjadi tuan rumah SEA Games ke-25 tahun 2011.

Keamanan pun menjadi perhatian utama para penegak hukum mengingat pada 2018 akan menjadi tuan rumah Asian Games.

LEAVE A REPLY